Tulissajasemuanya

Gelap menggulita disekitarnya

Bibirnya kelu, pikirannya buntu

Ditengah kegamangan diambilnya pena itu

Sesaat seakan ada sebuah bisikan yang berkata, “Tulislah..tulislah”

Degup jantungnya terdengar keras, nafasnya memburu..

Bisikan itu semakin kencang…tak sadar tangannya tergerakkan..

Maka ia pun menulis, dan seketika semua terasa terang..

Maka ia pun menemukan dirinya terlarut dalam tulisannya..

Ramadhan

Satu per satu mulai berlarian

Seperti anak panah yang dilepaskan beratus-ratus pemanah

Bukan, beribu-ribu pemanah

Amal itu pun melayang

Menyisakan tanya dalam hati..

Masih adakah Ramadhan tahun depan?

tentang hati..adakah ia masih suci? atau kini tergeletak tak bernyawa? – menerawang sang hati

“Mungkin saja bintang itu kembali bersinar tepat saat kita merasa ia benar-benar padam”

#keterbatasan

Keterbatasan kita adalah sarana kita untuk memaksimalkan potensi kita

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.